Pati – suarakendeng.com. Audiensi Aliansi Tokoh Masyarakat (Tomas) Pati dengan DPRD Kabupaten Pati, Selasa (15/9/2026), berujung kekecewaan. Pasalnya, sejumlah pihak yang diharapkan hadir dalam pertemuan tersebut disebut tidak menghadiri agenda audiensi, meski surat pemberitahuan maupun permohonan audiensi sebelumnya telah dilayangkan.
Aliansi Tomas Pati menilai ketidakhadiran sejumlah pimpinan dan institusi tersebut menimbulkan kesan bahwa aspirasi masyarakat belum mendapatkan perhatian serius.
Dalam audiensi yang berlangsung di ruang pertemuan DPRD Pati, perwakilan Aliansi Tomas menyampaikan sejumlah aspirasi dan persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.
Namun, suasana audiensi tersebut dinilai belum sesuai dengan harapan para tokoh masyarakat. Ketua DPRD Pati, Kapolresta Pati,Satpol PP serta pihak Kodim yang diharapkan hadir disebut tidak berada dalam forum tersebut.
“Kami sudah melayangkan surat secara resmi. Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Tetapi ketika pihak-pihak yang kami harapkan hadir justru tidak hadir, tentu kami kecewa,” demikian sikap yang disampaikan Aliansi Tomas Pati dalam audiensi tersebut.
Surat Sudah Dilayangkan, Mengapa Tidak Hadir?
Aliansi Tomas mempertanyakan sejauh mana keseriusan lembaga legislatif dan institusi terkait dalam menerima serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Menurut mereka, audiensi bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran para pemangku kepentingan dinilai penting agar berbagai persoalan dapat dibahas secara langsung dan memperoleh penjelasan dari pihak yang memiliki kewenangan.
“Kalau masyarakat sudah meluangkan waktu dan datang secara resmi melalui mekanisme audiensi, kami berharap pihak yang diundang juga memberikan penghormatan dengan hadir atau setidaknya memberikan penjelasan resmi apabila berhalangan,” menjadi salah satu poin kekecewaan Aliansi Tomas.
DPRD Diminta Jangan Sekadar Formalitas
Aliansi Tomas Pati juga meminta DPRD tidak hanya menerima masyarakat secara administratif, tetapi benar-benar membuka ruang dialog yang substantif.
Mereka berharap agenda berikutnya dapat menghadirkan seluruh pihak terkait sehingga persoalan yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan dalam ruang rapat.
“Masyarakat ingin didengar, bukan sekadar diterima secara formalitas,” menjadi sorotan utama Aliansi Tomas Pati.
Audiensi tersebut kini menjadi perhatian karena menyangkut hubungan antara masyarakat, DPRD, serta institusi pemerintah dan aparat penegak hukum di Kabupaten Pati.
Aliansi Tomas menyatakan akan mempertimbangkan langkah selanjutnya apabila aspirasi yang telah disampaikan tidak memperoleh tindak lanjut yang jelas. ( Redaksi )












