Pati – suarakendeng.com. Demang Wotan bersama GERAM Indonesia menyatakan kecaman terhadap aksi pelemparan telur busuk ke kantor Bank Mandiri di Pati. Mereka menilai penyampaian aspirasi semestinya dilakukan secara tertib serta tetap menghormati fasilitas publik dan pelayanan masyarakat.
Menurut informasi yang beredar, aksi pelemparan telur busuk tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap persoalan yang berkaitan dengan Bank Mandiri. Peristiwa itu kemudian menjadi perhatian masyarakat di sekitar lokasi.
Demang Wotan dan GERAM Indonesia menegaskan pentingnya penyelesaian persoalan melalui jalur komunikasi, klarifikasi, dan mekanisme hukum yang berlaku. Mereka meminta agar setiap pihak yang memiliki keberatan terhadap suatu kebijakan atau persoalan menyampaikannya secara bertanggung jawab.
“Kami mengecam tindakan yang mengarah pada tindakan anarkis. Aspirasi harus disampaikan dengan cara yang bermartabat dan tidak merugikan pihak lain,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam konteks aksi tersebut.
Sementara itu, pihak Bank Mandiri maupun aparat penegak hukum diharapkan memberikan keterangan resmi mengenai kronologi kejadian, termasuk mengenai pihak-pihak yang terlibat dan motif di balik aksi tersebut.
Masyarakat juga diimbau tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan berdasarkan fakta, bukti, dan ketentuan hukum yang berlaku.
Kronologi dan pihak yang terlibat dalam aksi masih memerlukan konfirmasi resmi dari Bank Mandiri, GERAM Indonesia, Demang Wotan, serta aparat berwenang. ( Redaksi )












