Kamis, 17 Sep 2026

Laskar Pangan Indonesia Perkuat Barisan: Dewan Penasehat hingga Pembina Siap Kawal Kedaulatan Pangan.

Pati – suara kendeng.com. Laskar Pangan Indonesia (LPI) mempertegas konsolidasi organisasinya dengan memperkuat jajaran kepemimpinan. Penguatan struktur ini menjadi sinyal bahwa organisasi tersebut ingin mengambil peran lebih serius dalam isu ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan kedaulatan pangan.

Dalam susunan yang disampaikan, Adv. Joko Sutrisno, S.H. dipercaya sebagai Ketua Dewan Penasehat Laskar Pangan Indonesia. Posisi Ketua Dewan Pembina dijabat oleh Prof. Widhi Handoko, sementara Karmito dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Laskar Pangan Indonesia.

Susunan tersebut menempatkan tiga unsur penting dalam satu garis perjuangan: penasehat sebagai pemberi pandangan strategis, pembina sebagai pengarah penguatan organisasi, dan jajaran pengurus sebagai pelaksana gerakan di lapangan.

Bukan Sekadar Nama dan Jabatan

Di tengah persoalan pangan yang terus menjadi perhatian nasional, keberadaan organisasi yang membawa nama Laskar Pangan Indonesia tentu memikul tanggung jawab besar.

Pangan bukan hanya persoalan makan. Pangan berkaitan langsung dengan kehidupan petani, distribusi hasil pertanian, harga komoditas, kesejahteraan masyarakat, hingga masa depan ketahanan nasional.

Karena itu, struktur organisasi yang kuat harus diterjemahkan dalam kerja nyata.

Adv. Joko Sutrisno, S.H. sebagai Ketua Dewan Penasehat diharapkan dapat memberikan pandangan dan masukan strategis bagi perjalanan organisasi. Sementara Prof. Widhi Handoko sebagai Ketua Dewan Pembina memiliki peran penting dalam memberikan arah dan pembinaan terhadap perkembangan organisasi.

Di sisi lain, Karmito sebagai Wakil Ketua diharapkan menjadi bagian dari kekuatan penggerak organisasi dalam menjalankan program dan agenda Laskar Pangan Indonesia.

Mengawal Pangan, Membela Masyarakat

Melalui semangat perjuangannya, Laskar Pangan Indonesia membawa gagasan tentang pentingnya ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Namun, tantangan pangan hari ini tidak kecil.

Petani masih berhadapan dengan persoalan biaya produksi, harga yang tidak stabil dan jalur distribusi yang panjang. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau.

Persoalan inilah yang seharusnya menjadi ruang kerja nyata organisasi.

Laskar Pangan Indonesia tidak cukup hanya dikenal melalui simbol, atribut dan struktur kepengurusan. Organisasi harus hadir dalam persoalan nyata masyarakat.

Mulai dari pendampingan petani, penguatan pelaku usaha pangan, edukasi masyarakat hingga pengawasan terhadap persoalan distribusi pangan dapat menjadi ruang perjuangan yang konkret.

Publik Menunggu Kerja Nyata

Konsolidasi organisasi merupakan langkah awal. Namun publik pada akhirnya akan menilai sebuah organisasi bukan dari seberapa panjang daftar jabatannya, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan.

Penguatan kepemimpinan Laskar Pangan Indonesia menjadi momentum untuk membuktikan bahwa organisasi ini mampu bergerak melampaui seremoni.

Dengan kehadiran jajaran penasehat, pembina dan pengurus, LPI kini memiliki fondasi struktur yang semakin jelas.

Pertanyaan berikutnya adalah: program apa yang akan dijalankan, persoalan siapa yang akan diperjuangkan, dan seberapa nyata dampaknya bagi masyarakat?

Struktur telah dibangun. Amanah telah diberikan. Kini kerja nyata menjadi ujian sesungguhnya.

Laskar Pangan Indonesia membawa harapan besar dalam isu yang sangat mendasar bagi kehidupan bangsa: pangan.

Sebab pada akhirnya, kedaulatan pangan bukan hanya slogan.

Kedaulatan pangan harus hadir di sawah, dirasakan petani, menjangkau pasar, dan memastikan masyarakat dapat hidup dengan pangan yang cukup, adil, dan berkelanjutan. ( Redaksi )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *