Salatiga – suarakendeng.com. Ketahanan pangan tidak cukup dibicarakan di ruang-ruang rapat. Di tengah ancaman perubahan iklim, tekanan ekonomi, serta kebutuhan pangan masyarakat yang terus meningkat, gerakan nyata di tingkat akar rumput menjadi semakin penting.
Laskar Pangan Indonesia (LPI) Jawa Tengah mengambil bagian dalam mendorong penguatan ketahanan pangan melalui wilayah Korwil Jateng 2, yang menaungi Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal.
Di bawah pembinaan Mbak Anis selaku Ketua Pembina LPI Jawa Tengah, bersama Pak Toni yang menaungi wilayah Korwil Jateng 2, LPI didorong tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ketahanan pangan harus diterjemahkan menjadi program yang menyentuh langsung masyarakat.
Jangan Biarkan Pangan Hanya Jadi Urusan Pemerintah
Persoalan pangan adalah persoalan bersama. Pemerintah memiliki kewajiban menyusun kebijakan dan memastikan distribusi berjalan, tetapi masyarakat sipil juga memiliki ruang besar untuk mengambil peran.
LPI dapat menjadi salah satu kekuatan sosial yang mendorong masyarakat kembali produktif melalui pemanfaatan lahan, penguatan pertanian lokal, pemberdayaan kelompok masyarakat, hingga pengembangan potensi pangan di masing-masing daerah.
Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kendal memiliki karakter wilayah yang berbeda. Karena itu, strategi ketahanan pangan tidak bisa menggunakan pola yang seragam. Potensi lokal harus dipetakan dan dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi sekaligus cadangan pangan masyarakat.
Dari Gerakan Sosial Menjadi Gerakan Produktif
LPI dituntut mampu membuktikan bahwa organisasi masyarakat bukan hanya hadir ketika terjadi persoalan sosial. Lebih jauh, organisasi harus mampu menjadi bagian dari solusi.
Ketahanan pangan harus dimulai dari hal konkret: lahan yang produktif, masyarakat yang diberdayakan, produksi yang berkelanjutan, dan distribusi yang berpihak kepada masyarakat.
Jika potensi tersebut dikelola secara serius, ketahanan pangan bukan hanya mampu menjaga ketersediaan makanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pesannya jelas: jangan sampai masyarakat baru bergerak ketika krisis pangan sudah terjadi. Pencegahan harus dimulai sekarang.
LPI Jateng 2 Ditantang Berani Membuat Terobosan
Kehadiran LPI di wilayah Jateng 2 menjadi momentum untuk membangun gerakan ketahanan pangan yang lebih terukur. Bukan sekadar memasang slogan, tetapi menghadirkan program yang dapat dilihat hasilnya dan dirasakan manfaatnya.
Mbak Anis dan Pak Toni memiliki tantangan untuk memastikan koordinasi di tiga wilayah tersebut tidak berhenti pada struktur organisasi. Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal harus menjadi wilayah yang mampu menunjukkan contoh nyata bahwa gerakan masyarakat dapat ikut memperkuat ketahanan pangan.
Sebab pada akhirnya, ketahanan pangan bukan tentang siapa yang paling banyak berbicara, tetapi siapa yang paling nyata bekerja.
LPI Jateng 2 siap diuji: apakah mampu menjadikan gerakan ketahanan pangan sebagai kerja nyata atau sekadar menjadi jargon organisasi. ( Redaksi )












